Larutan Crystal Heat Exchanger (CHE) merupakan produk akhir proses dekanter pada pembuatan monosodium glutamate (MSG). Untuk mendapatkan Larutan CHE yang memenuhi standar maka dilakukan proses dekolorisasi dengan menggunakan activated carbon powder (ACP). Tetapi, hingga saat ini proses dekolorisasi masih belum efektif mendapatkan larutan CHE yang memenuhi standar. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh dosis ACP 6.000; 10.000; 12.000 (ppm), kecepatan pengadukan 60; 80; 100 (rpm), dan lama pengendapan 30; 45; 60 (menit) pada proses dekolorisasi terhadap kualitas larutan CHE. Percobaan dilakukan dengan cara mongontakkan CHE dengan ACP yang disertai pemanasan dan pengadukan tertentu. Selanjutnya dilakukan pemisahan antara CHE dengan ACP sehingga didapatkan CHE yang jernih. Parameter diuji, antara lain: kekeruhan, total dissolved solid (TDS), warna, pH, dan kadar gula. Hasil penelitian menunjukkan dosis ACP 12.000 ppm, kecepatan pengadukan 80 rpm, dan lama pengendapan 60 menit dapat menurunkan kekeruhan (99,88%), total dissolved solid (63,39%), warna (99,93%), pH dan kadar gula tetap (1,4091 brix).
Copyrights © 2025