Jatuh merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cedera pada lanjut usia. Dua puluh hingga tiga puluh persen lansia memiliki derajat kecacatan tinggi terkait jatuh. Untuk melakukan pencegahan agar lansia tidak beresiko untuk jatuh, diperlukan pengetahuan dan perilaku yang baik yang dilakukan oleh orang terdekat lansia, misalnya anak, cucu, menantu atau anggota keluarga yang lain. Melalui pengetahuan dan perilaku yang baik, maka tercipta lingkungan yang aman bagi lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan edukasi kesehatan dengan pencegahan risiko jatuh pada pansia di RW 02 kelurahan Limau Mungkur Binjai Barat. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif Korelatif penggunpulam data melalui kuesioner. Populasi sebanyak 200 orang dengan didasarkan pada persentase dari besarnya populasi. Tehnik yang dipakai dengan mengambil 5%, maka sampel sebanyak 40 orang. Tehnik pengumpulan sampel melalui Acciendental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat yang diperoleh dalam tabel distribusi frekeunsi dan analisa bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square test. Hasil yang didapatkan menunjukkan pengetahuan responden tentang resiko jatuh pada lansia mayoritas berpengetahuan baik sebanyak 30 orang (75%), mayoritas perilaku responden baik sebanyak 32 orang (80%). Hasil uji chi square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan responden dengan risiko jatuh pada lansia dengan nilai p=0,007.
Copyrights © 2024