Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan kendaraan listrik (EV) terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan di Surabaya, kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif, memanfaatkan teknik persentase distribusi frekuensi untuk memberikan wawasan yang terukur. Data dikumpulkan melalui distribusi kuesioner, wawancara, dan jurnal yang relevan. Temuan ini menunjukkan bahwa eksternalitas penggunaan EV menghasilkan dampak positif yang lebih signifikan (64,6%) dibandingkan dengan dampak negatif (35,4%). Dampak positif termasuk pengurangan emisi karbon, efisiensi operasional, dan pemeliharaan yang disederhanakan. Namun, tantangan tetap ada, seperti distribusi infrastruktur pengisian daya yang terbatas dan tidak merata, harga kendaraan yang tinggi, dan masalah lingkungan terkait bahan baku baterai. Terlepas dari tantangan tersebut, penjualan EV di Surabaya terus menunjukkan tren positif, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya transportasi ramah lingkungan. Kata kunci: Penggunaan kendaraan listrik; Dampak lingkungan; Kesadaran publik; Transportasi berkelanjutan; Mobilitas perkotaan.
Copyrights © 2025