Meningkatnya kesadaran generasi muda Muslim mengenai kehalalan produk, yang kini meluas dari ranah pangan hingga ke bidang kosmetik, menjadi titik awal penelitian ini. Fokus utama diarahkan pada upaya memahami bagaimana tingkat religiusitas berperan dalam membentuk sikap konsumen, sekaligus menelusuri pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku terhadap kecenderungan melakukan pembelian ulang produk kosmetik halal. Riset ini difokuskan pada kalangan mahasiswi Muslim di Kota Semarang, yang dipilih secara purposif karena memiliki pengalaman langsung dalam penggunaan produk dengan sertifikasi halal. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berskala Likert tertutup, sementara analisis dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS) yang memungkinkan pengujian keterkaitan antarvariabel laten secara bersamaan, tanpa keterbatasan asumsi distribusi normal. Melalui pendekatan ini, diharapkan lahir temuan yang tidak hanya memperkaya pemahaman teoritis atas kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) dalam konteks konsumen Muslim, tetapi juga menyajikan rekomendasi aplikatif bagi industri kosmetik halal dalam merancang strategi pemasaran berbasis nilai religius konsumen, serta memperkuat loyalitas berkelanjutan di tengah meningkatnya dinamika pasar halal.
Copyrights © 2025