Penelitian ini mengkaji pengaruh kompensasi, kecerdasan emosional, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai dengan jenjang karir sebagai variabel mediasi. Kinerja pegawai merupakan faktor utama dalam keberhasilan organisasi, sehingga diperlukan strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai di Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan jenjang karir berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan tersebut. Pegawai yang memiliki jenjang karir yang jelas cenderung lebih termotivasi dan produktif. Sementara itu, kecerdasan emosional tidak berpengaruh langsung terhadap jenjang karir dan kinerja pegawai, tetapi berperan penting dalam interaksi kerja, penyelesaian konflik, dan kerja sama tim. Kecerdasan emosional yang tinggi menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis, yang secara tidak langsung mendukung peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan jenjang karir yang terstruktur, kebijakan kompensasi yang adil, serta pelatihan kecerdasan emosional untuk meningkatkan produktivitas pegawai. Organisasi disarankan untuk mengadopsi strategi ini guna menciptakan tenaga kerja yang lebih termotivasi dan berkinerja tinggi.
Copyrights © 2024