Penelitian menganalisis mengenai tantangan dan peluang dari pengembangan Desa Penglipuran sebagai desa wisata berkelanjutan di Kabupaten Bangli dalam rentang waktu 1993–2023. Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa adat yang mampu mempertahankan nilai-nilai tradisi, tata ruang khas, dan kelestarian lingkungan, sehingga menjadi destinasi unggulan di Bali. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini yaitu: Mengapa Desa Penglipuran bisa berkembang sebagai Desa Wisata di Kabupaten Bangli? Bagaimana tantangan serta peluang yang dihadapi dalam proses pengembangan Desa Penglipuran sebagai Desa Wisata di Kabupaten Bangli?Apa implikasi dari pengembangan Desa Penglipuran terhadap masyarakat sekitar dan pemerintah Kabupaten Bangli?. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui secara mendalam mengenai Tantangan Dan Peluang Bagi Pengembangan Desa Penglipuran Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan Di Kabupaten Bangli Tahun 1993 – 2023, serta dapat menambah pengetahuan umum tentang salah satu Desa Wisata di Kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, memanfaatkan data primer melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, pengelola desa wisata, dan pemerintah daerah, serta data sekunder dari dokumen kebijakan, arsip, dan literatur terkait.. Dengan teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak ditetapkan sebagai desa wisata pada 1993, Penglipuran menghadapi sejumlah tantangan, antara lain overtourism, potensi degradasi lingkungan, ketergantungan pada sektor pariwisata, serta ancaman pergeseran nilai budaya akibat globalisasi. Namun, terdapat pula peluang strategis yang dapat dimanfaatkan, seperti dukungan kebijakan pemerintah daerah, potensi ekowisata berbasis bambu dan kearifan lokal, pengembangan UMKM berbasis produk tradisional, serta peningkatan promosi digital yang menjangkau pasar global. Secara keseluruhan, keberlanjutan Desa Penglipuran membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan pelaku pariwisata untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dinamika desa wisata berkelanjutan di Indonesia serta menawarkan rekomendasi strategi pengelolaan yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
Copyrights © 2025