Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues masih menghadapi kendala karena perilaku petani dalam budidaya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perilaku petani dalam budidaya bawang merah serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linier berganda dengan jumlah responden sebanyak 73 orang petani bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani berada pada kategori tinggi dengan skor 71,26%. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 2,647 + 0,002X1 + 0,258X2 + 0,212X3 + 0,503X4, yang berarti secara simultan variabel karakteristik petani, penguasaan teknologi, modal, dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) berpengaruh signifikan terhadap perilaku petani. Secara parsial, penguasaan teknologi dan serangan OPT berpengaruh sangat nyata, modal berpengaruh nyata, sedangkan karakteristik petani berpengaruh tidak nyata. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan produksi bawang merah di daerah penelitian sangat dipengaruhi oleh kemampuan petani dalam menguasai teknologi serta upaya mengatasi gangguan OPT, sehingga diperlukan dukungan penyuluhan pertanian, akses modal, dan teknologi tepat guna untuk memperkuat perilaku budidaya yang lebih adaptif dan produktif.
Copyrights © 2025