Pemilihan siswa terbaik merupakan langkah penting dalam mendorong semangat belajar dan membentuk budaya prestasi di lingkungan sekolah. Namun, metode konvensional dalam penilaian seringkali mengandung subjektivitas yang tinggi dan tidak memiliki pembobotan kriteria yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan SAW (Simple Additive Weighting) dengan metode konvensional dalam proses seleksi siswa terbaik di SMKS Darul Kamilin. Lima kriteria utama digunakan dalam evaluasi, yaitu akademik, kedisiplinan, keaktifan ekstrakurikuler, sikap & perilaku, serta prestasi non-akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 1 dari 30 siswa (2,5%) yang menempati peringkat yang sama pada kedua metode, yang mengindikasikan perbedaan signifikan. Metode AHP-SAW terbukti lebih objektif, terstruktur, dan konsisten dibandingkan metode konvensional, serta mendapat tanggapan positif dari pihak sekolah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis web dengan menyediakan model komputasi terintegrasi AHP–SAW untuk penilaian siswa terbaik secara objektif, serta memberikan kontribusi praktis bagi sekolah dalam meningkatkan transparansi dan akurasi proses seleksi melalui digitalisasi penilaian multi kriteria
Copyrights © 2025