Komunikasi internal yang optimal merupakan faktor esensial dalam mempertahankan kinerja organisasi, khususnya di sektor sosial keagamaan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen pada salah satu lembaga filantropi Islam yang memiliki reputasi nasional Laznas PPPA Daarul Qur’an. Tujuan kajian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas saluran komunikasi vertikal dan horizontal dalam konteks lembaga filantropi Islam. Hasil kajian mengungkapkan bahwa komunikasi vertikal—antara pimpinan dan bawahan—bersifat formal dan mengikuti struktur organisasi, namun sering kali belum mampu merespons perubahan yang terjadi di lapangan secara cepat. Sebaliknya, komunikasi horizontal antarpegawai atau antarbagian menunjukkan karakteristik yang lebih fleksibel dan adaptif, meskipun berisiko memunculkan tumpang tindih informasi jika tidak ditata dengan sistem koordinasi yang baik. Temuan tersebut menekankan pentingnya pengembangan sistem komunikasi dua arah yang efektif, serta integrasi teknologi informasi guna memperlancar arus komunikasi dalam organisasi.
Copyrights © 2025