AbstrakKetoasidosis diabetik (KAD) merupakan komplikasi akut diabetes mellitus yang mengancam nyawa, ditandai dengan hiperglikemia, asidosis metabolik, dan ketonemia. Pada kondisi berat, KAD dapat berkembang menjadi multiple organ dysfunction syndrome (MODS). Dilaporkan pasien perempuan 26 tahun dengan diabetes mellitus tipe 1, datang dengan gagal napas yang memerlukan ventilasi mekanik, syok sepsis, pneumonia bilateral, hiperglikemia, hiperkloremia, dan KAD berat. Sebelum masuk ICU, pasien telah mendapat resusitasi 3.000 mL NaCl 0,9%. Pemeriksaan awal menunjukkan asidosis metabolik (pH 6,82; HCO₃ 4,2 mmol/L), hiperkloremia (Cl⁻ 129 mmol/L), hipokalemia (K⁺ 2,1 mmol/L), dan fluid non-responsiveness (PPV 10%, SVV 9%). Perawatan di ICU meliputi strategi ventilasi protektif paru, vasopressor norepinefrin, koreksi kalium, titrasi insulin intravena, penggunaan kristaloid seimbang untuk maintenance, serta antibiotik spektrum luas (meropenem). Terapi continuous renal replacement therapy (CRRT) modalitas CVVHDF dilakukan untuk mengatasi asidosis metabolik refrakter, hiperkloremia, acute kidney injury (AKI) stadium 2, dan fluid overload. Setelah 48 jam CRRT, kadar klorida turun dari 129 mmol/L menjadi 109 mmol/L, pH meningkat menjadi 7,30, bikarbonat naik menjadi 11,8 mmol/L, dan base excess membaik dari −21,8 menjadi −14,8. Produksi urin meningkat dari 19 mL/jam menjadi 45 mL/jam, disertai perbaikan hemodinamik dan penurunan kebutuhan vasopressor. Prokalsitonin menurun dari 0,89 ng/mL menjadi 0,39 ng/mL, leukosit menurun dari 45.260/mm³ menjadi 25.570/mm³. Pasien berhasil weaning ventilator pada hari ke-7 dan keluar dari ICU setelah 9 hari perawatan. Penatalaksanaan komprehensif di ICU—meliputi dukungan ventilasi, optimasi hemodinamik, kontrol infeksi, koreksi gangguan metabolik dan elektrolit, serta penggunaan CRRT tepat waktu—berperan penting dalam keberhasilan perawatan pasien KAD dengan MODS.
Copyrights © 2025