Dalam kehidupan masyarakat pedesaan, konflik sosial muncul sebagai akibat dari berbagai faktor, seperti perselisihan kepemilikan lahan, ketidakadilan ekonomi, dan dinamika politik lokal, terutama saat pemilihan kepala desa. Perselisihan dalam pemilihan kepala desa, sebagaimana yang terjadi di Desa Tegalwaru, telah memicu ketegangan yang signifikan, mengakibatkan perpecahan di kalangan warga. Dengan menggunakan metode penelitian fenomenologi Empirik dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara yang dilakukan secara informal dengan masyarakat. Meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan terkait waktu dan sumber daya, serta kemungkinan adanya bias dalam pengumpulan data, hasilnya diharapkan memberikan wawasan yang bermanfaat. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika transformasi konflik di tingkat desa, sementara secara praktis, temuan ini dijadikx`an panduan bagi pemerintah desa untuk memperkuat kemampuan mereka dalam mengelola konflik sosial. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat yang signifikan dapat menjadi panduan dalam menciptakan kondisi damai di tengah masyarakat. Selain itu, pendekatan transformasi ini berpotensi menjadi solusi untuk mengatasi situasi serupa di masa depan, sehingga masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan yang mungkin timbul.
Copyrights © 2025