Unmet need dalam perencanaan keluarga merupakan tantangan yang signifikan dalam kesehatan reproduksi, terutama pada pasangan usia subur (PUS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian unmet need pada PUS berdasarkan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah Literature Review dengan sumber dari tiga database utama, yaitu Google Scholar, PubMed, dan Publish or Perish, dengan rentang publikasi 2021-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap unmet need adalah tingkat pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan, faktor ekonomi, dukungan pasangan, dan stigma sosial. Perempuan dengan tingkat pendidikan rendah lebih rentan mengalami unmet need karena kurangnya informasi tentang metode perlindungan. Selain itu, keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan dan biaya kontrasepsi yang tinggi juga menjadi penghambat dalam penyediaan kebutuhan keluarga berencana. Dukungan pasangan, terutama suami, berperan penting dalam keputusan penggunaan kontrasepsi, di mana kesenjangan keterlibatan pasangan dapat meningkatkan angka unmet need. Oleh karena itu, intervensi yang melibatkan edukasi berbasis komunitas, peningkatan akses layanan kesehatan, serta kebijakan pemerintah yang mendukung perencanaan keluarga sangat diperlukan untuk menurunkan angka unmet need dan meningkatkan kesejahteraan reproduksi masyarakat.
Copyrights © 2025