Mandiri: Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Vol. 4 No. 3 (2025): 2025

Efek Deteren Mekanisme Whistleblowing, Budaya Tata Kelola Perusahaan, dan Machiavellianisme dalam Konteks Perusahaan Indonesia

Natanael , Yunita Althin (Unknown)
Jamaris , Edi (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Sep 2025

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana mekanisme whistleblowing, budaya tata kelola perusahaan, dan Machiavellianisme berkontribusi terhadap persepsi pencegahan perilaku tidak etis dalam organisasi-organisasi di Indonesia. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan menggunakan tinjauan pustaka atas studi empiris dan konseptual yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025. Pembahasan dibingkai melalui lensa Teori Pencegahan, dengan penekanan pada interaksi antara struktur organisasi dan sifat-sifat individu. Studi ini menyoroti bahwa sistem whistleblowing sering kali terhambat oleh rasa takut akan pembalasan, budaya etika yang lemah, dan resistensi strategis dari individu-individu dengan tingkat Machiavellian tinggi. Budaya tata kelola perusahaan berfungsi sebagai sinyal etika yang memperkuat atau melemahkan keterlibatan moral karyawan. Machiavellianisme menghadirkan tantangan psikologis terhadap internalisasi norma-norma etika. Organisasi harus menyelaraskan mekanisme struktural dengan budaya etika untuk membangun kepercayaan dalam sistem pelaporan. Konsistensi kepemimpinan, koherensi budaya, dan penyaringan preventif terhadap sifat-sifat berisiko tinggi sangat penting untuk menumbuhkan ketahanan etika. Studi ini menyediakan kerangka konseptual terpadu yang menggabungkan etika organisasi, ciri-ciri kepribadian, dan konteks sosial budaya dalam perusahaan-perusahaan Indonesia This study aims to explore how whistleblowing mechanisms, corporate governance culture, and Machiavellianism contribute to the perceived deterrence of unethical behaviour within Indonesian organisations. A qualitative descriptive approach is employed using a literature-based review of empirical and conceptual studies published between 2015 and 2025. The discussion is framed through the lens of Deterrence Theory, with emphasis on the interplay between organisational structure and individual traits. The study highlights that whistleblowing systems are often hindered by fear of retaliation, weak ethical culture, and strategic resistance from high-Machiavellian individuals. Corporate governance culture functions as an ethical signal that either reinforces or weakens employees' moral engagement. Machiavellianism presents a psychological challenge to the internalisation of ethical norms. Organisations must align structural mechanisms with ethical culture to build trust in reporting systems. Leadership consistency, cultural coherence, and preventive screening of high-risk traits are essential for fostering ethical resilience. This study provides an integrated conceptual framework that combines organisational ethics, personality traits, and socio-cultural context within Indonesian companies

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jak

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan is a journal that publishes research articles in the fields of Accounting and Finance. Articles published in Mandiri have gone through a peer-reviewed process, to maintain the best quality articles in scientific development in the field of Accounting and ...