Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender yang dialami oleh perempuan di lingkungan Pasar Padangpanjang, Sumatera Barat. Ketidaksetaraan gender masih menjadi permasalahan mendasar dalam sektor informal, termasuk di pasar tradisional, di mana perempuan seringkali menghadapi keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi, pembagian kerja yang tidak adil, serta minimnya representasi dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam terhadap para pedagang perempuan, pengelola pasar, dan pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Pasar Padangpanjang menghadapi berbagai bentuk diskriminasi, seperti beban kerja ganda, ketimpangan dalam kepemilikan lapak, serta stereotip sosial yang membatasi peran mereka dalam struktur pasar. Studi ini merekomendasikan perlunya intervensi kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan di pasar tradisional.
Copyrights © 2025