Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan tata kelola pemerintahan dalam menciptakan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada LLDikti Wilayah V Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data Primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 10 informan, meliputi Kepala LLDikti, pejabat struktural, tim Zona Integritas, serta pegawai lainnya. Observasi dilakukan selama peneliti melaksanakan magang di LLDikti V dengan mengikuti aktivitas pelayanan publik dan koordinasi internal. Data sekunder bersumber dari dokumen kelembagaan, dan laporan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan LLDikti V berhasil menerapkan 13 nilai governansi sektor publik yang tercermin dalam enam area penungkit WBK. Hambatan yang ditemui meliputi keterbatasan SDM dan inkonsistensi sistem reward-punishment, sedangkan tantangan utamanya terkait keberlanjutan, risiko fraud, serta dinamika eksternal. Strategi yang ditempuh adalah penguatan SDM, budaya kerja, optimalisasi pengawasan, dan inovasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan WBK dan menjadikan LLDikti V sebagai “island of integrity” di sektor pendidikan.
Copyrights © 2025