Kebutuhan akan komposit ramah lingkungan mendorong pemanfaatan bio-fiber sebagai penguat. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi massa serat resam (Dicranopteris linearis) dan ijuk (Arenga pinnata) serta perlakuan alkalisasi NaOH 5% (2 jam) terhadap kekuatan tarik komposit bermatriks epoksi. Spesimen dibuat dengan metode hand lay-up sesuai ASTM D638 Tipe I pada tiga tingkat massa serat (1, 2, 3 g) untuk dua kondisi (tanpa alkalisasi dan beralkalisasi), masing-masing dua replikasi (total 24 spesimen). Hasil pengujian menunjukkan respons yang berbeda antara kedua serat. Pada ijuk, perlakuan alkalisasi menghasilkan tren kenaikan kekuatan tarik yang linier dan stabil seiring meningkatnya massa (27,42 → 31,88 → 34,59 MPa; R² ≈ 0,98), sekaligus menurunkan variasi data (coefficient of variant (CV) kelompok ≈11,6%). Tanpa alkalisasi, kekuatan material cenderung lebih lemah (29,07 → 19,08 → 36,06 MPa; R² ≈ 0,17) dengan variasi yang lebih tinggi (CV ≈30,4%). Pada resam, alkalisasi menghasilkan nilai optimum pada fraksi massa 2 g (22,43 MPa) namun menurun di 3 g (16,10 MPa), sedangkan tanpa alkalisasi nilainya moderat (16,53; 19,38; 16,12 MPa) dengan konsistensi lebih baik (CV ≈ 10,27% vs 18,61% beralkali). Seluruh kekuatan tarik melebihi acuan SAE J1717 (8,09 MPa).
Copyrights © 2025