Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu tinggi terhadap kuat lentur balok beton bertulang yang mengalami pembakaran pada suhu 400°C, 500°C, dan 600°C. Beton bertulang merupakan material utama dalam konstruksi, namun memiliki keterbatasan dalam ketahanan terhadap suhu ekstrem. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental di laboratorium menggunakan 12 benda uji balok beton bertulang berukuran 150×150×600 mm. Balok tersebut direndam dalam air selama 28 hari sebelum dilakukan pembakaran selama 30 menit pada suhu yang ditentukan. Uji kuat lentur dilakukan untuk masing-masing suhu serta satu kelompok kontrol (tanpa pembakaran). Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat lentur beton menurun secara signifikan seiring peningkatan suhu. Balok kontrol memiliki kuat lentur rata-rata 27,566 MPa, sementara balok pasca pembakaran mengalami penurunan menjadi 24,910 MPa (400°C), 23,110 MPa (500°C), dan 20,284 MPa (600°C). Penurunan ini menunjukkan degradasi sifat mekanik akibat pengaruh suhu tinggi terhadap mikrostruktur beton dan baja tulangan. Penelitian ini memberikan gambaran penting terkait penilaian kelayakan dan keamanan struktur pasca kebakaran serta kontribusi terhadap pengembangan metode perkuatan beton bertulang di lingkungan ekstrem.
Copyrights © 2025