Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengakuan dan pengukuran aset tak berwujud terhadap kualitas laporan keuangan. Aset tak berwujud memiliki peranan penting dalam mencerminkan nilai ekonomi perusahaan, namun seringkali sulit diidentifikasi serta diukur secara andal. Dengan adanya standar akuntansi, khususnya PSAK 19, perusahaan diharapkan mampu melakukan pengakuan dan pengukuran aset tak berwujud secara tepat agar laporan keuangan yang dihasilkan relevan, andal, dapat dibandingkan, dan dapat dipahami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analisis dilakukan untuk menguji sejauh mana penerapan pengakuan dan pengukuran aset tak berwujud berdampak pada kualitas laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan dan pengukuran aset tak berwujud berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, terutama dalam aspek relevansi informasi dan keterandalan penyajian. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan standar akuntansi yang konsisten dalam meningkatkan kualitas informasi keuangan yang disajikan kepada pengguna laporan.
Copyrights © 2025