Kinerja pelabuhan dalam mendukung arus logistik sangat ditentukan oleh efektivitas proses bongkar muat kapal. PT Pelra Rahim Jaya masih menghadapi hambatan berupa tingginya biaya operasional, keterbatasan infrastruktur, dan faktor eksternal yang memengaruhi kelancaran kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang berpengaruh pada operasional bongkar muat dan menentukan solusi prioritas yang dapat dijalankan. Pendekatan yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan melibatkan delapan responden berpengalaman. Analisis dilakukan terhadap empat kriteria, sembilan subkriteria, dan lima alternatif solusi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Aspek Finansial (0,421) menjadi prioritas utama, diikuti Aspek Infrastruktur (0,257), Aspek Lingkungan (0,164), dan Aspek Waktu (0,159). Pada tingkat subkriteria, prioritas tertinggi adalah Biaya Maintenance Peralatan (0,215), disusul Biaya Tenaga Kerja (0,206), Kapasitas Dermaga (0,141), Waktu Bongkar Muat Barang (0,102), Cuaca (0,097), Jumlah Peralatan Aktif (0,076), Banjir (0,067), Waktu Tunggu Kapal (0,057), dan Kapasitas Gudang Barang (0,040). Sementara itu, tiga alternatif solusi yang menjadi prioritas adalah Maintenance rutin crane & forklift (A3) dengan bobot 0,257, diikuti oleh Pembangunan dermaga baru (A2) 0,233, Pelatihan sertifikasi kompetensi bongkar muat (A1) 0,2. Temuan ini menegaskan bahwa upaya perawatan peralatan, peningkatan infrastruktur, dan penguatan kompetensi SDM merupakan strategi yang paling relevan untuk meningkatkan efektivitas operasional bongkar muat di PT Pelra Rahim Jaya.
Copyrights © 2025