Era pluralisme digital membawa perubahan mendasar terhadap cara masyarakat memahami dan mengekspresikan nilai-nilai keagamaan, termasuk pemaknaan terhadap hadis tentang toleransi beragama. Media digital tidak hanya menjadi sarana dakwah, tetapi juga ruang perdebatan yang sering kali melahirkan polarisasi dan kesalahpahaman terhadap pesan profetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metodologi penelitian hadis yang relevan dalam menganalisis nilai-nilai toleransi beragama di tengah arus pluralisme digital, dengan mengintegrasikan pendekatan mantiq sebagai dasar rasionalitas ilmiah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka dengan analisis hermeneutik dan logika Islam. Data diperoleh dari literatur klasik dan kontemporer, kitab-kitab hadis utama, serta publikasi ilmiah terkait digital religion dan epistemologi Islam modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman hadis tentang toleransi perlu direkontekstualisasi melalui kolaborasi antara teks, konteks, dan teknologi digital agar lebih adaptif terhadap tantangan era global. Integrasi antara metode takhrij klasik, analisis semantik digital, dan rasionalitas mantiq menghasilkan paradigma baru dalam penelitian hadis yang inklusif, moderat, dan berorientasi pada kemanusiaan universal.
Copyrights © 2025