Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan limbah keramik sebagai pengganti sebagian agregat kasar yaitu sebesar 30% dalam campuran beton dengan mutu f’c 22,5 MPa yang umumnya digunakan untuk konstruksi rumah tinggal dan bangunan gedung 2 lantai. Dalam penelitian ini digunakan metode DOE (Departement of Environment) yang mengacu pada SNI 2834:2000 untuk perencanaan campuran beton dan uji fisik komponen penyusun beton. Proporsi campuran beton normal per m³ adalah 349 kg semen, 185 kg air, 718 kg pasir, dan 1.148 kg kerikil, sedangkan campuran beton dengan 30% penggantian kerikil menggunakan keramik adalah 349 kg semen, 185 kg air, 718 kg pasir, 803,6 kg kerikil, dan 344,4 kg keramik. Hasil uji kuat tekan beton normal rata-rata adalah 20,29 MPa, sedangkan beton dengan penggantian 30% kerikil dengan keramik menghasilkan kuat tekan rata-rata 16,01 MPa. Hasil studi menunjukkan bahwa limbah keramik berpotensi digunakan sebagai agregat tambahan pada beton non-struktural
Copyrights © 2025