Penelitian ini didasarkan kepada peningkatan drastis pengguna paylater selama lima tahun terakhir yang menandakan bahwa masyarakat Indonesia telah menormalkan perilaku berhutang. Hal ini tentunya dapat membahayakan kondisi keuangan individu dan juga ekonomi negara secara keseluruhan mengingat paylater adalah hutang dengan biaya tinggi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari faktor individu yaitu miskonsepsi limit kredit (MLK) dan kecemasan akan uang (KAU) terhadap perilaku hutang beresiko (PHB) dengan pembelian impulsif (PI) sebagai pemediasi. Data penelitian diambil dari 431 pengguna paylater di Indonesia yang dianalisis menggunakan PLS-SEM. Temuan penelitian menunjukkan bahwa MLK dan KAU berpengaruh positif signifikan terhadap PHB, dan PI secara langsung dan tidak langsung dapat menentukan perilaku hutang beresiko secara positif signifikan. Dari temuan tersebut, pemerintah dapat merumuskan regulasi atau strategi untuk membatasi transaksi pembelian masyarakat Indonesia melalui aplikasi paylater supaya pembelian impulsif dapat ditekan dengan begitu hutang pengguna paylater dapat berkurang dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat meningkat.
Copyrights © 2025