Artikel ini menganalisis strategi manajemen konflik dalam segala hal relokasi pulau rempang dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji data dari regulasi hukum serta publikasi akademik dan media serta analisis konflik berdasarkan teori konflik Dahrendorf. Konflik yang terjadi melibatkan kepentingan pemerintah, masyarakat lokal, dari investor, konflik ini muncul karena ada perselisihan antara kepentingan pembangunan nasional dan hak masyarakat atas tanah yang mereka tempati. Studi ini menelusuri literatur terkait teori manajemen konflik serta dinamika sosial yang muncul akibat rencana pengembangan kawasan rempang eco city. Hasil analisis menunjukan bahwa penanganan konflik di pulau rempang meliputi tahap pencegahan, penghentian konflik, dan tahap pemulihan pasca konflik. Tetapi hingga kini masih belum terlihat langkah signifikan dalam implementasi pasca konflik di pulau rempang.
Copyrights © 2024