Penelitian ini membahas keterkaitan erat antara politik dan korupsi di Indonesia, dengan fokus pada maraknya korupsi di kalangan kepala daerah dan anggota legislatif. Tingginya biaya politik menjadi salah satu faktor terjadinya politik transaksional, di mana pejabat publik terjerat dalam praktik suap, penggelapan dana, serta penyalahgunaan wewenang. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus, penelitian ini mengungkap bahwa lemahnya pengawasan, mahalnya biaya pencalonan, serta rendahnya integritas partai politik menjadi faktor utama memperparah korupsi. Kasus-kasus besar seperti yang melibatkan Setya Novanto, Nyoman Dhamantra, dan Sukiman memperlihatkan pola penyalahgunaan kekuasaan yang sistemik untuk kepentingan pribadi. Fenomena ini tidak hanya merusak tata kelola pemerintahan, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap demokrasi. Untuk memutus mata rantai politik dan korupsi, penelitian ini merekomendasikan reformasi pendanaan politik, penguatan sistem pengawasan, pendidikan antikorupsi sejak dini, serta penegakan hukum yang tegas dan tidak tebang pilih. Upaya-upaya ini penting untuk membangun sistem politik yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel di Indonesia.
Copyrights © 2025