Kemajuan teknologi digital telah menghadirkan ruang partisipasi politik baru yang semakin luas terbuka melalui media sosial. Dalam ruang tersebut, masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi, tetapi juga sebagai aktor aktif yang mampu memengaruhi arah kebijakan politik dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh masyarakat terhadap formulasi kebijakan politik di Indonesia pada periode 2015 hingga 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan menelaah literatur akademik, laporan media, serta data empiris terkait dinamika politik digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat berkontribusi signifikan dalam membentuk opini publik, menggeser agenda politik, dan memberi tekanan kepada pemerintah agar lebih responsif terhadap isu-isu strategis. Interaksi digital yang intens dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan praktik demokrasi deliberatif. Namun demikian, ruang digital juga menyimpan tantangan serius berupa risiko polarisasi, echo chamber, manipulasi opini oleh buzzer, serta penyebaran disinformasi yang dapat menurunkan kualitas demokrasi. Penelitian ini menegaskan bahwa masyarakat berperan sebagai aktor politik non-formal dengan kekuatan kolektif dalam memengaruhi legitimasi kebijakan publik. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital dan transparansi komunikasi pemerintah menjadi prasyarat penting untuk menjaga ruang demokrasi digital tetap sehat, partisipatif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025