Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan standar keselamatan kebakaran di industri pengolahan kayu lama di Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-evaluatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen. Tiga industri dijadikan sampel utama, masing-masing dinilai berdasarkan 15 parameter teknis mengacu pada Standar Nasional Indonesia dan pedoman KLHK. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan bervariasi dari sedang hingga sangat tinggi. Faktor utama yang memengaruhi rendahnya penerapan standar modern adalah keterbatasan finansial dan usia perusahaan. Meskipun aspek seperti jalur evakuasi dan keberadaan APAR umumnya sudah terpenuhi, masih terdapat kelemahan dalam sistem dokumentasi, pelatihan, dan audit internal. Studi ini menyoroti perlunya kebijakan insentif dan pembinaan teknis adaptif untuk mendukung transformasi keselamatan kebakaran di sektor industri yang telah lama beroperasi. Temuan ini menjadi pijakan awal dalam merumuskan strategi keselamatan yang lebih responsif terhadap tantangan industri di Kalimantan Timur
Copyrights © 2025