Penurunan jumlah penumpang angkutan kota (koasi) di Kota Bekasi selama pandemi Covid 19 awal bulan Maret 2020 sangat dirasakan oleh pengemudi angkutan kota, penurunan tersebut terjadi bukan saja disebabkan oleh pandemi tetapi juga disebabkan oleh maraknya angkutan umum online (ojek online). Penelitian ini akan mengevaluasi besarnya pendapatan/upah pengemudi angkutan kota (Koasi) terhadap jumlah penumpang, biaya operasional per hari, dan karakteristik penumpang terhadap tingkatan kelayakan kendaraan selama pandemi dengan metode PCI dan analisis karakteristik penumpang dengan metode IPA. Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh total biaya operasional selama pandemi untuk angkutan kota K02, K25 dan K11 dengan panjang rata-rata pegamatan sepanjang ±2,9 km adalah sebesar Rp. 656.649,00 per kilometer. Dengan rincian biaya BBM sebesar Rp. 19.890/km, biaya oli sebesar Rp. 77.318,00/km selama 6 bulan, biaya/upah Supir Rp. 540.000/km dan biaya overhead sebesar Rp. 19.442,00/km. Jumlah pendapatan supir selama 2 (dua) minggu untuk Koasi K25 sebesar Rp. 152.000,00, K11 sebesar Rp. 112.000,00 dan K02 sebesar Rp. 92.000,00. Tingkat kesesuian kelayakan kinerja pelayanan angkutan kota sebesar 95,6%. Tingkat kelayakan fasilitas dan pelayanan bernilai A, B dan C atau tingkat keamanan dan kenyamanan kurang dengan nilai GAP keamanan 0,28, kenyaman 0,58 dan kebersihan dengan nilai terendah yaitu 0,2.
Copyrights © 2023