Perencanaan keuangan merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan baik oleh individu, perusahaan maupun pemerintah. Apabila keuangan tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan permasalahan perekonomian yang lebih serius atau yang disebut dengan resesi ekonomi. Resesi ekonomi suatu negara dapat ditandai dengan inflasi, deflasi yang berlebihan, dan lain sebagainya. Untuk itu perlu dicari solusi yang tepat agar tidak terjadi resesi. Dalam artikel ini kita mengkaji perencanaan keuangan Nabi Yusuf dalam menghadapi resesi ekonomi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan mengkaji beberapa literatur yang berkaitan dengan masalah yang diangkat. Kemudian dilaporkan dan disampaikan dengan kata-kata yang kemudian disebut dengan menggunakan metode kualitatif yaitu dalam menyampaikan hasil penelitian menggunakan kata-kata bukan angka-angka yang disampaikan secara wajar sesuai dengan temuan yang ditemukan dalam penelitian tersebut. Hasil penelitian dalam artikel ini adalah terdapat beberapa rencana keuangan yang dilakukan Nabi Yusuf dalam menghadapi resesi ekonomi, antara lain meningkatkan produktivitas agar terus meningkat agar kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, mengurangi konsumsi dan meningkatkan investasi serta penghematan. Konsepnya, ketika mendapat penghasilan, perencanaan keuangan sudah tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan menyisihkan terlebih dahulu untuk kebutuhan tabungan dan investasi, kemudian sisa pendapatan digunakan untuk konsumsi. Rencana keuangan Nabi Yusuf yang terakhir adalah menciptakan kehidupan yang hemat.
Copyrights © 2024