Penelitian ini mengkaji praktik religius marketing dalam bisnis travel haji dan umrah di media sosial dengan menggunakan pendekatan etnografi. Fokus utamanya adalah bagaimana pelaku usaha memanfaatkan platform seperti Instagram dan Facebook untuk menyampaikan pesan-pesan religius sekaligus mempromosikan layanan mereka. Penelitian dilakukan dengan observasi daring, analisis konten, dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa Religius marketing tidak sekadar teknik pemasaran, tetapi telah menjadi mekanisme dakwah yang melebur dengan aktivitas bisnis. Religius marketing tidak berdiri sendiri, tetapi berpadu dengan visual, narasi, ketokohan, dan interaksi spiritual. Audiens terlibat secara aktif yang menunjukkan bahwa mereka tidak hanya konsumen, tetapi juga bagian dari komunitas religius digital, media sosial menjadi ruang baru dakwah transaksional, di mana ibadah dan bisnis bertemu secara harmonis.
Copyrights © 2025