Tulisan ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Penelitian ini membahas tentang fenomena laki-laki penari yang mendapat stereotip negatif dari masyarakat, terdapat pandangan bahwa laki-laki penari berarti melambai. Fenomena dalam penelitian ini dibedah menggunakan teori kepribadian status Ralph Linton untuk menganalisis mengenai peran laki-laki dalam panggung seni tari. Pada penelitian ini memperlihatkan sebagian laki-laki kehilangan kepercayaan diri untuk mengasah bakat tari yang dimiliki karena mendapat stigma negatif. Masyarakat berpandangan bahwa tarian merupakan kebudayaan yang melekat pada diri perempuan, ketika laki-laki yang melakukannya maka akan dinilai sebagai seorang yang tidak maskulin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghilangkan stigma negatif terhadap laki-laki penari, dan dengan adanya tulisan ini diharapkan memberikan peluang bagi laki-laki agar lebih percaya diri mengembangkan bakat tari untuk pelestarian budaya. Hadirnya tulisan ini berupaya menjadi dukungan kepada para penari laki-laki agar tidak luntur kecintaanya terhadap tarian akibat stereotip masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa masih merambah luasnya stereotip negatif tentang penari laki-laki.
Copyrights © 2024