Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Kabupaten Kudus masih menghadapi kendala efektivitas sasaran program promosi kesehatan. Kebutuhan sistem yang dapat menentukan prioritas masyarakat yang memerlukan pemberdayaan menjadi penting agar intervensi kesehatan lebih tepat sasaran. Penelitian ini mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan kombinasi metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan Simple Additive Weighting (SAW), Weighted Product (WP), dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menetapkan prioritas pemberdayaan masyarakat berdasarkan kriteria PHBS. Empat kriteria utama yang digunakan adalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, serta Upaya Kesehatan Masyarakat, dengan total 16 indikator penilaian. Data diambil dari survei 6 responden Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan ketiga metode dapat memprioritaskan kelompok masyarakat yang memerlukan pemberdayaan, di mana metode AHP-TOPSIS memberikan diferensiasi prioritas yang lebih tajam dibandingkan AHP-SAW dan AHP-WP.
Copyrights © 2025