Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi masyarakat lokal mengenai perubahan mata pencaharian akibat pengembangan ekowisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan menggunakan metode kuantitatif. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena transformasi ekonomi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian dan perikanan tradisional, kini beralih ke sektor jasa wisata seperti pemandu wisata, penyedia homestay, dan perdagangan kerajinan tangan. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 150 responden yang dipilih dengan teknik stratified random sampling, yang mencakup masyarakat di kawasan ekowisata Sembalun, Tetebatu, dan Desa Wisata Bayan. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert untuk mengukur persepsi, tingkat partisipasi, serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana untuk menguji hubungan antara intensitas pengembangan ekowisata dengan pergeseran mata pencaharian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pengembangan ekowisata terhadap perubahan pola pekerjaan masyarakat lokal, dengan kontribusi terbesar pada peningkatan pendapatan dan diversifikasi usaha. Selain itu, hasil survei juga mengungkapkan bahwa 68% responden merasa lebih sejahtera setelah beralih ke sektor ekowisata, meskipun sebagian kecil masih menghadapi kendala keterampilan dan akses modal. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekowisata berperan penting dalam membentuk dinamika sosial-ekonomi baru di Lombok, namun tetap diperlukan intervensi pemerintah dalam bentuk pelatihan dan dukungan kebijakan agar perubahan yang terjadi lebih berkelanjutan serta inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Copyrights © 2025