Remaja menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks, terutama saat mengalami masa transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Perubahan-perubahan ini dapat membuat remaja terlihat emosional tidak stabil dan berpotensi mempengaruhi gangguan pada siklus menstruasi mereka. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada remaja. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jenis penelitian kuantitatif. Menggunakan data primer seperti wawancara dan lembar observasi. Sampel pada penelitian ini sebanyak 196 siswi dari total populasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji chi square. Hasil : Berdasarkan hasil analisis univariat menunjukkan siswi kelas 10 dan 11 yang mengalami siklus menstruasi tidak normal sebanyak 133 orang (67.9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Tingkat Stres (P- value = 0.000), Aktivitas Fisik (P-value = 0.000), dengan gangguan siklus menstruasi. Serta tidak ada hubungan antara Usia Menarche (P-value = 0.192), Status Gizi (P-value = 0.619) dengan gangguan siklus menstruasi. Saran : Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk menjaga keseimbangan aktivitas fisik dengan olahraga teratur dan mengelola stres melalui relaksasi, agar siklus menstruasi tetap teratur dan terhindar dari gangguan.
Copyrights © 2025