Terumbu karang adalah ekosistem purba, megah, dan tinggi produktivitas serta keanekaragamannya (Thomas dan Raymond, 2008). Terumbu karang bertumbuh setiap tahun dengan ukuran yang berbeda-beda tergantung pada kondisi lingkungan sekitar (Arman et al., 2013). Penelitian mengenai pertumbuhan terumbu karang sudah banyak dilakukan, namun prediksi pertumbuhan karang menjadi topik yang menarik dan belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pertumbuhan terumbu karang berdasarkan lingkar tahunan dengan metode logika fuzzy. Suhu permukaan laut (SPL) adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang (Westmacott et al., 2000; Sterr, 2001; Koontanakulvong, 2008; Thomas dan Raymond, 2008; Arman et al., 2013; Lalang, 2015). Analisis Indian Ocean Dipole (IOD) menemukan lima fenomena, ditandai oleh kenaikan SPL yang cukup signifikan. Lima fenomena tersebut terjadi pada tahun 1966-1967 (+IOD), 1969-1970 (-IOD), 1973-1974 (-IOD), 1983-1984 (-IOD), serta tahun 1987-1988 (+IOD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkar tahunan Porites lutea di stasiun sisi utara Pulau Tunda polanya mengikuti fluktuasi SPL. Stasiun di selatan Pulau Tunda yang berhadapan langsung dengan Pulau Jawa, polanya tidak mengikuti pola SPL. Stasiun di utara berbatasan langsung dengan perairan terbuka dan tidak terlindung dari pulau-pulau di sekitar. Simulasi pertumbuhan menunjukkan bahwa terumbu karang akan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim. Pada tahun 2085, terumbu karang bertumbuh dari -0,75 cm dan bergerak naik menjadi 0,1 cm di tahun 2100. Berdasarkan proyeksi SPL pada rentang tahun 1900-2100, anomaly SPL akan terus naik hingga mencapai 0,45 °C.
Copyrights © 2025