Penelitian ini membahas fenomena kekerasan sosial yang dialami anak usia remaja dalam lingkungan keluarga. Berdasarkan data KPAI, sekitar 91% anak menjadi korban kekerasan di lingkungan keluarga, yang meliputi kekerasan fisik, psikologis, verbal, hingga penelantaran. Faktor-faktor penyebab kekerasan antara lain pewarisan perilaku kekerasan dari generasi sebelumnya, sulitnya mengungkap kasus kekerasan ke ranah publik, serta latar belakang budaya yang menempatkan anak pada posisi terendah dalam struktur keluarga. Selain itu, kondisi keluarga yang disfungsional, tekanan ekonomi, dan rendahnya dukungan sosial juga meningkatkan risiko terjadinya kekerasan pada remaja. Dampak kekerasan ini tidak hanya menyebabkan gangguan psikologis seperti kecemasan dan ketakutan, tetapi juga membentuk pola pikir remaja bahwa kekerasan adalah cara penyelesaian masalah, serta menimbulkan disharmoni dalam keluarga. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah serta menangani kekerasan sosial terhadap anak usia remaja di lingkungan keluarga.
Copyrights © 2025