Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat pengangguran usia muda tertinggi di negara ASEAN. Selain itu, penyumbang tertinggi dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia tahun 2015-2021 selalu berasal dari golongan penduduk usia muda (15-24 tahun). Padahal pada periode tahun 2020-2030 Indonesia mengalami bonus demografi, maka harus diwaspadai bahwa bonus demografi bisa berubah menjadi bencana demografi apabila pemerintah Indonesia tidak bisa memanfaatkan sumber daya manusia usia produktif. Tingginya tingkat pengangguran usia muda di Indonesia berbeda-beda di setiap wilayah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang memengaruhi tingkat pengangguran usia muda di 34 provinsi Indonesia tahun 2015-2021. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effects Model Seemingly Unrelated Regression (FEM SUR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, indeks harga konsumen (IHK), jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia (IPM), dan rata-rata upah berpengaruh signifikan terhadap pengangguran usia muda di 34 provinsi Indonesia tahun 2015-2021.
Copyrights © 2024