Ketidakmampuan sektor formal menyerap besarnya angkatan kerja mendorong pertumbuhan sektor informal, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Mayoritas pekerja di sektor informal tidak memiliki jaminan kesehatan, sehingga mereka harus menanggung pengeluaran kesehatannya sendiri (OOP). Besarnya OOP meningkatkan risiko terjadinya pengeluaran kesehatan katastropik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengeluaran kesehatan katastropik, mengidentifikasi faktor penentunya, dan mengukur kecenderungan rumah tangga pekerja informal untuk mengalami kejadian tersebut di Provinsi Jawa Tengah tahun 2023 berdasarkan data Susenas Maret 2023. Analisis penelitian menggunakan grafik dan regresi logistik biner Firth. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 2,45% rumah tangga pekerja informal mengalami pengeluaran kesehatan katastropik pada ambang batas 10%. Persentase lebih tinggi terjadi pada rumah tangga dengan pendidikan tertinggi ART SMA ke atas, adanya lansia dan balita, memiliki lebih dari 4 ART, KRT bekerja di sektor nonpertanian, tidak menerima bantuan sosial, sebagian ART memiliki JKN, tinggal di perdesaan, serta pernah rawat jalan dan rawat inap. Rumah tangga pekerja informal yang memiliki ART lansia, seluruh ART tidak memiliki JKN, serta ART pernah rawat jalan dan rawat inap lebih cenderung untuk mengalami pengeluaran kesehatan katastropik.
Copyrights © 2024