Tegangan pada jaringan tiga phasa merupakan variable penting yang harus disesuaikan nilainya dengan tegangan nominal peralatan peralatan listrik yang menggunakan suplai listrik tiga phasa demi menjamin peralatan peralatan tersebut tidak mengalami kerusakan pada saat digunakan.Dalam kenyataannya,tegangan pada jaringan listrik tiga phasa tidak selamanya stabil.Gangguan pada proses pembangkitan energi listrik maupun pada sepanjang jalur distribusi tenaga listrik bisa menyebabkan tegangan naik melebihi batas toleransi yang ditentukan dimana batas toleransi yang diizinkan untuk kenaikan tegangan pada jaringan listrik tiga phasa menurut PUIL 2000 adalah sebesar 5% dari tegangan nominal.Manfaat alat ini untuk melakukan monitoring tegangan secara realtime sekaligus mengamankan beban pada saat terjadi kondisi tegangan yang melebihi batas toleransi.
Copyrights © 2024