Latar Belakang : Masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya karies gigi merupakan penyakit gigi yang saat ini banyak dialami oleh sebagian penduduk di dunia yaitu 3,58 milyar jiwa,hal ini dikatakan oleh The Global Burden of Disease Study (2016) dalam Kemenkes (2019). Karies merupakan salah satu bukti tidak terawatnya kondisi gigi dan mulut pada masyarakat Indonesia. Kejadian karies gigi sering terjadi pada anak-anak, karies gigi pada anak sangat dipengaruhi oleh perilaku menggosok gigi yang benar. Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak prasekolah usia 4 – 6 tahun di TK Tabitha Bantul. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional. Dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak prasekolah usia 4 – 6 tahun di TK Tabitha. Sampel yang digunakan dalam peneitian adalah 49 responden yang menggunakan teknik sampling total sampling. Metode pengumpulan dilakukan dengan kuesioner perilaku menggosok gigi dan lembar observasi kejadian karies gigi. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku menggosok gigi baik dengan kejadian karies (83,7%) dan perilaku menggosok gigi cukup baik dengan (16,3%). Simpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku menggosok gigi dengan kejadian karies gigi dengan nilai Sig. (2-tailed) 0.850 > 0,05. Saran : Bagi orang tua lebih memperhatikan, mengajarkan, mendampingi perilaku gosok gigi dengan baik dan benar pada anak terlebih untuk anak usia 4 – 6 tahun yang masih sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dari orangtua. Kata kunci: perilaku menggosok gigi, anak prasekolah, kejadian karies gigi.
Copyrights © 2025