ABSTRAK Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Yogyakarta Tahun 2021 terdapat 1532 anak yang melakukan perkawinan dibawah usia 18 tahun. Daerah Kabupaten yang paling tinggi terjadi perkawinan anak di Yogyakarta adalah Kabupaten Bantul dengan jumlah 431 kasus dan Kecamatan Dlingo menjadi kasus perkasiwan anak paling tinggi yaitu 49 kasus dengan jumlah tertinggi terdapat di Desa Temuwuh sebanyak 14 kasus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan menggunakan video dan lembar balik terhadap tingkat pengetahuan pendewasaan usia perkawinan anak. Penelitian ini dilakukan di Desa Temuwuh Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain Pre eksperiment dengan dengan rancangan two-group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini adalah semua anak usia 16-18 tahun berjumlah 307 anak yang tinggal di Desa Temuwuh. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dilanjutkan teknik random sampling untuk mengambil sampel dari masing-masing Dusun. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata tingkat pengetahuan tentang PUP sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video dan media lembar balik dengan p value = 0,000, dan ada perbedaan yang signifikan antara pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video dan media lembar balik dengan p -value = 0,050. Berdasarkan dari nilai rata-rata pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan media lembar balik lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak mengenai PUP dibandingkan dengan menggunakan media video. Saran: Penggunaan media video dan lembar balik diharapkan dapat membantu menerapkan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai PUP. Kata Kunci: Media Video., Media Lembar Balik., Pendewasaan Usia perkawinan ABSTRAC According to the Yogyakarta Central Statistics Agency (BPS) in 2021 there are 1532 children who are married under the age of 18. The district with the highest occurrence was in Bantul Regency with 431 cases and the District with the highest prevalence was Dlingo District with 49 cases with the highest number in Temuwuh Village with 14 cases. The purpose of this study was to determine the effect of providing health education using videos and flipcharts on the level of knowledge of the maturing age of child marriage. This research was conducted in Temuwuh Village, Dlingo District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. This study used a pre-experimental design with a two-group pre-test post-test design. The population of this study were all children aged 16-18 years totaling 307 children living in Temuwuh Village. The sampling technique used proportionate stratified random sampling followed by random sampling technique to take samples from each hamlet. Results: There is a significant difference in the average level of knowledge about PUP before and after being given health education using video media and flipchart media with p value = 0.000, and there is a significant difference between the provision of health education using video media and flipchart media with p-value = 0.050. Suggestion: The use of video media and flipcharts is expected to help implement health services to increase children's knowledge about PUP. Keywords: Video Media., Turntable Media, Maturity of Marriage Age
Copyrights © 2025