Gangguan Anxietas Sosial Masa Kanak merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang paling umum dan melemahkan, yang secara signifikan mengganggu fungsi akademik, sosial, dan keluarga anak. Lingkungan keluarga, khususnya gaya pengasuhan yang diterapkan orang tua, diakui sebagai faktor fundamental dalam perkembangan psikososial anak. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis hubungan antara berbagai gaya pengasuhan dengan etiologi dan perkembangan Gangguan Anxietas Sosial Masa Kanak. Pembahasan didasarkan pada kerangka teoretis tipologi gaya pengasuhan Baumrind yang diperluas oleh Maccoby dan Martin, serta kriteria diagnostik untuk Gangguan Anxietas Sosial Masa Kanak (F.93.2) menurut International Classification of Diseases, 10th Revision (ICD-10) yang menjadi acuan bagi Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia (PPDGJ-III). Sintesis bukti-bukti dari berbagai tinjauan sistematis dan meta-analisis secara konsisten menunjukkan bahwa gaya pengasuhan otoriter dan mengabaikan, yang ditandai oleh tingginya kontrol psikologis dan rendahnya kehangatan, secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya anxietas sosial. Sebaliknya, gaya pengasuhan otoritatif, yang menyeimbangkan tuntutan dengan responsivitas, berfungsi sebagai faktor protektif yang kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi klinis yang berfokus pada keluarga dan menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut yang mempertimbangkan moderasi budaya dan kontribusi diferensial dari ibu dan ayah dalam dinamika ini.
Copyrights © 2025