Al-Quran sebagai pedoman yang mampu menjawab berbagai problematika kehidupan yang hadir pada masa kenabian bahkan sampai saat ini. Hal ini karena Al-Quran adalah kitab suci yang sholih likulli al-zaman wa al-makan. Salah satu term yang menjadi solusi bagi manusia dalam menghadapi pemasalahan tentang ketidakstabilan emosi adalah melalui sikap tawakal. Dengan sikap tawakal jiwa seseorang akan lebih tenang, dan selalu beryukur dengan apapun yang ditakdirkan. Adapun tujuan dari pembahasan penelitian ini untuk memberikan penjelasan terkait tawakal dalam Al-Quran, kecerdasan emosional dalam Al-Qur’an, serta hubungan sikap tawakal dan kecerdasan emosional dalam Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui analisis deskriptif dan studi pustaka (library research). Adapun hasil dari penulisan penelitian ini adalah sikap penyerahan segala urusan baik hal duniawi maupun ukhrowi kepada Allah SWT dengan di dahului melakukan usaha (ikhtiar) semaksimal mungkin. Adapun kecerdasan emosional merupakan suatu kemampuan dalam mengelola emosi dan memotivasi diri sendiri. Tawakal dan kecerdasan emosinal memiliki hubungan erat, keduanya menciptakan hal-hal positif. Sehingga orang yang bertawakal kepada Allah SWT akan mendapatkan kestabilan emos, hati yang tenang dan terbebas dari perasaan-perasaan negatif seperti cemas, khawatir, berkeluh kesah dan gelisah. Adapun terkait perbedaan tawakal dan kecerdasan emosional terletak pada, konteks penempatan dua istilah tersebut yakni kecerdasan emosional mulai muncul dan dikenal pada ranah psikologi. Sedangkan tawakal merupakan bukti keimanan kepada Allah SWT. Faktor yang mempengaruhi antara tawakal dan kecerdasan emosional adalah keimanan kepada Allah SWT dan sikap berhusnudzan kepada Allah SWT atas segala yang Allah tetapkan.
Copyrights © 2024