Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Nasionalisme pada PKVI (Perkoemnpoelan Kaoem Verpleger, Verpleegsters dan Vroedvrouwen Indonesia) dalam upaya memperjuangkan hak para perawat pribumi, baik mulai dari upah maupun sampai keadilan sebagai tenaga kesehatan. PKVI merupakan transformasi dari PKVB (Perkoempoelan Kaoem Verpleger, Verpleegsters dan Vroedvrouwen Boemipoetra) di tahun 1933. Sejak tahun itu hingga 1936, PKVI bergerak di bidang sosial untuk menuntut hak perawat, meningkatkan kesadaran profesi perawat, serta perlawanan terhadap kebijakan kesehatan pemerintah Hindia Belanda. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada perjuangan PKVI pada periode antara tahun 1931 hingga 1936. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dan pendekatan sosiologi yang memfokuskan pada aksi sosial sebuah organisasi atau collective action. Berdasarkan data yang ditemukan penelitian ini menunjukan adanya perjuangan nasionalisme pada organisasi PKVI yang dilakukan secara massal dan terstruktur atau aksi kolektif yang mencakup bidang sosial, politik, dan ekonomi. Tujuan aksi tersebut, semata untuk melawan pemerintah Hindia Belanda yang berlaku tidak adil kepada perawat asal pribumi. PKVI menjadi media bagi perawat pribumi untuk memperjuangkan hak-hak mereka, mempromosikan identitas nasional, serta berkontribusi pada gerakan kemerdekaan.
Copyrights © 2024