Budidaya laut (mariculture) merupakan salah satu bentuk aktivitas blue ekonomi yang potensial menghasilkan sediaan pangan, tenaga kerja, serta keberlanjutan jangka panjang. Jaminan keberlanjutan biasanya juga ditentukan oleh kualitas habitat dan lingkungan yang disematkan pada program konservasi. Keberadaan konservasi terkait keberadaan mariculture menjadi stimulan keberlanjutan baik sebagai pendorong biomass ikan, linkgungan yang sehat serta produksi yang tinggi. Kajian boosting blue ekonomi dikawasan konservasi ini menjadi penting agar diketahui kemampuan konservasi mendukung produksi perikanan. Kajian dilakukan di kepulauan seribu pada kawasan penyangga dan pemukinan yang sudah berkembang budidaya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan budidaya belum memegang kaidah blue ekonomi. Secara umum peningkatan status konservasi mampu meningkatkan produksi dalam jumlah terbatas. Selama 15 tahun rata-rata operasional budidaya, peningkatan pendapatan terjadi, namun tergolong rendah namun tergolong signifikan. Begitu juga dengan tutupan karang belum menunjukkan perkembangan berarti, dan peningkatan produksi baru terlihat signifikan pada penutupan karang diatas 30%. Sehingga dapat dijelaskan bahwa peningkatan kualitas ekosistem mutlak dilakukan dalam memperkuat blue ekonomi.
Copyrights © 2024