Dalam era digital saat ini, kemajuan teknologi dan media konvergen telah menyebabkan perubahan pola konsumsi informasi di kalangan Generasi Z di Kota Denpasar. Fenomena ini menimbulkan masalah terkait rendahnya tingkat kepercayaan terhadap informasi di media sosial karena tingginya penyebaran hoaks dan berita palsu, yang menimbulkan ketidakpastian dan keraguan terhadap keabsahan informasi. Meskipun literasi digital dan intensitas konsumsi media konvergen diketahui berpengaruh terhadap kepercayaan informasi, terdapat kekurangan studi yang secara khusus meneliti hubungan keduanya dalam konteks Gen Z di wilayah ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi media konvergen dan literasi digital terhadap kepercayaan informasi generasi Z di Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 100 responden yang diambil secara Accidental Sampling menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Data dianalisis melalui Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan informasi, sedangkan intensitas konsumsi media konvergen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepercayaan informasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital melalui pendidikan dan kolaborasi yang berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan terhadap disinformasi dan meningkatkan kepercayaan terhadap informasi yang valid. Kesimpulan yang diperoleh merekomendasikan peningkatan edukasi literasi digital secara kolaboratif dan pengembangan konten media konvergen yang mendukung kemampuan kritis anak muda dalam menilai validitas informasi, sehingga dapat memperkuat ketahanan mereka terhadap informasi palsu dan meningkatkan kepercayaan terhadap konten yang terpercaya.
Copyrights © 2025