Penelitian ini berfokus kepada gerakan anti-opium di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Penelitian ini berusaha menjawab masalah tentang gerakan anti-opium di Hindia Belanda; bagaimana protes massa untuk perubahan kebijakan Opiumregie pada gerakan anti-opium di Hindia Belanda. Penelitian ini menggunakan Metode Sejarah untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu tersebut, yang didukung oleh Pendekatan Sosiologi Politik dan teori Collective Action penulis gunakan untuk menganalisis tindakan kompetitif antara pemerintah dengan masyarakat Hindia Belanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Opiumregie yang diharapkan oleh masyarakat dapat mengatur perdagangan opium justru dimanfaatkan Pemerintah Hindia Belanda hanya untuk meraih keuntungan belaka yang mengakibatkan menurunnya tingkat kesehatan dan perilaku buruk masyarakat Hindia Belanda. Penelitian ini juga menemukan bahwa masyarakat melakukan gerakan anti-opium di berbagai wilayah di Hindia Belanda sebagai reaksi atas kekecewaan terhadap pemerintah dalam menjalankan kebijakan Opiumregie. Selain itu, penelitian ini menemukan gerakan anti-opium yang dilakukan oleh individu, masyarakat, organisasi Islam, dan beberapa asosiasi swasta memiliki satu tujuan yang sama, yakni untuk menuntut perubahan kebijakan pemerintah tentang opium. Upaya yang dilakukan dalam gerakan anti-opium ini yaitu dengan membangun Paviljoen (rumah sakit dan klinik rehabilitasi), kongres anti-opium, kampanye anti-opium, dan pembasmian alat-alat hisap opium.
Copyrights © 2025