Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kontrol diri, moralitas individu, dan tingkat religiusitas mempengaruhi upaya pencegahan kecurangan (Fraud) dalam pengelolaan dana desa. Dalam kajian ini, kompetensi aparatur desa juga dianalisis sebagai variabel mediasi yang dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh faktor-faktor tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan teknik analisis Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pendekatan ini dipilih karena mampu menguji hubungan kompleks antar variabel, baik langsung maupun tidak langsung. Data yang dianalisis merupakan data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 79 responden yang terdiri dari perangkat desa atau aparatur yang terlibat langsung dalam pengelolaan dana desa. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kelima hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti memiliki pengaruh yang signifikan. Artinya, baik kontrol diri, moralitas, maupun religiusitas memang memiliki dampak terhadap pencegahan kecurangan, baik secara langsung maupun melalui kompetensi aparatur desa sebagai variabel perantara. Temuan ini menegaskan pentingnya pembangunan karakter dan peningkatan kapasitas aparatur desa sebagai strategi integral dalam tata kelola dana desa yang bersih dan berintegritas.
Copyrights © 2025