Penelitian ini menganalisis peribahasa Mesir dari buku al-Amṡāl al-‘Āmiyah karya Ahmad Tīmūr Bāsyā (2014) untuk mendeskripsikan serta menganalisis peran dan representasi hewan di dalamnya. Penelitian ini menggunakan teori ekolinguistik oleh Stibbe (2015) dan pendekatan kualitatif untuk menemukan peribahasa yang mengandung nama hewan. Pemilihan penggunaannya berkaitan erat dengan konteks sejarah dan kehidupan sehari-hari masyarakat Mesir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi hewan bersifat antroposentris karena hewan dinilai semata-mata dari manfaatnya bagi manusia dan memperkuat dominasi manusia atas alam. Dampak ideologis dari pandangan ini menormalisasi superioritas manusia dan mengabaikan nilai intrinsik hewan. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa reinterpretasi kultural diperlukan untuk membaca ulang simbol hewan secara lebih adil dan ekologis, mendorong narasi budaya yang lebih seimbang dan berkelanjutan. Dengan begitu, temuan ini menunjukkan bagaimana bahasa dapat membentuk pandangan dunia dan bagaimana reinterpretasi dapat mengarahkan kita menuju hubungan yang lebih setara dengan alam.
Copyrights © 2025