Mual dan muntah akibat kemoterapi merupakan efek samping yang sering dialami pasien kanker dan dapat ditangani secara farmakologis dengan antiemetik maupun nonfarmakologis sebagai terapi pelengkap, salah satunya melalui aromaterapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh aromaterapi lemon dan lavender terhadap penurunan mual muntah pada pasien kemoterapi. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan pendekatan three group pretest-posttest pada 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi tiga kelompok sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas adalah aromaterapi lemon dan aromaterapi lavender, sedangkan variabel terikat adalah mual muntah akibat kemoterapi yang diukur menggunakan kuesioner INVR. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas, dilanjutkan dengan uji Wilcoxon signed-rank dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kelompok aromaterapi lemon (p=0,001) dan kelompok aromaterapi lavender (p=0,001), yang menandakan keduanya efektif menurunkan mual muntah, dengan aromaterapi lemon lebih efektif dibandingkan lavender. Temuan ini merekomendasikan penggunaan aromaterapi sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat melengkapi terapi farmakologis dalam mengurangi efek samping kemoterapi.
Copyrights © 2026