Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam esensi pengalaman hidup (lived experience) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pantai Cermin Serdang Bedagai selama menjalani praktik Otomatisasi Perkantoran (OP), serta menginterpretasikan pengalaman tersebut dalam konteks kesiapan kerja. Otomatisasi perkantoran adalah kompetensi kunci dalam dunia kerja modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi hermeneutik (Heideggerian) untuk menggali makna subjektif dari pengalaman siswa. Partisipan penelitian adalah delapan siswa kelas XII program keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) yang telah menyelesaikan program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam naratif dan refleksi tertulis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema esensial: (1) Bridging the Gap: Pergeseran dari Teori ke Realitas Kerja, di mana siswa mengalami kejutan teknologi dan budaya kerja; (2) Sense of Belonging dan Efektivitas Diri (Self-Efficacy), yang timbul dari penguasaan perangkat lunak spesifik; dan (3) The Anxiety of Transition, yaitu kecemasan terkait standar profesionalisme yang tinggi. Interpretasi fenomenologis menunjukkan bahwa pengalaman praktik OP di SMK Negeri 1 Pantai Cermin membentuk kesiapan kerja sebagai proses becoming (menjadi) profesional yang ditandai dengan rekonstruksi identitas diri dan teknis.
Copyrights © 2025